Robert Downey, Jr masih setia mengenakan suit metal sambil beterbangan dan menembakkan repulsor. Kembali sebagai Iron Man sekaligus Tony Stark, Downey, Jr melanjutkan kiprahnya di tahun 2008 lalu dengan judul Iron Man 2 (IM2). Btw, sebagai lanjutan langsung dari Iron Man (IM), ada baiknya bagimu untuk menonton film tersebut dulu.
IM2 dibuka dengan kutipan pengungkapan Tony Stark dalam sebuah press conference bahwa Iron Man adalah dirinya sendiri, yang merupakan ending dari IM. Kutipan tersebut di-relay oleh berbagai stasiun televisi di seantero dunia, termasuk Moskow, Rusia. Di sini, kita diperkenalkan dengan karakter bernama Ivan Vanko yang ditinggal mangkat oleh sang ayah, Anton Vanko.
Ternyata semasa mudanya, Anton Vanko pernah bekerja sama dengan Howard Stark, mendiang ayah Tony Stark, dalam merintis pengembangan Arc Reactor. Secara cerdas, opening title pun mengalir melalui sekuens adegan-adegan Ivan yang penuh dendam sedang menempa sebuah Repulsor Transmitter (RT) dengan penampakan yang mirip seperti RT milik Tony.
Adegan pun berpindah ke New York, Amerika. Suasana pembukaan Stark Expo 2010 yang gegap gempita dengan pendaratan Iron Man Mark IV dari angkasa, di tengah-tengah lebih dari selusin sexy dancer berbalutkan kostum berwarna bak suit Iron Man. Dengan narsisnya, Tony muncul dari balik suit metal tersebut dan memberikan sambutan sebelum perhelatan raksasa tersebut resmi dibuka.
Menurut penilaian KotGa, Downey, Jr benar-benar pas untuk memunculkan kenarsisan yang terpancar dari Tony. Kelebihan dari IM2 adalah fokusnya terhadap karakterisasi Tony Stark yang lebih berkembang dewasa dibanding sebelumnya. Sayangnya itu juga yang menjadi sumber kekurangan dari film ini. Tone IM2 berubah menjadi lebih serius dibanding IM.
Selain sudah terkenal ke seantero dunia sebagai Iron Man, Tony juga mengalami tekanan dari pihak pemerintah, press, dan publik untuk 'meminjamkan' teknologi suit tersebut ke militer. Tony tidak menginginkan rahasia di balik Iron Man berpindah tangan karena bertentangan dengan prinsipnya di IM. Di lain sisi, perlahan muncul akibat yang cukup buruk dari suit yang ternyata menggerogoti kondisi tubuhnya.
Unsur action memang tidak dilupakan, sih. KotGa belum cerita, ya? ^^ Tapi tentu saja, Kotakers sudah tahu. Selain Iron Man, juga muncul War Machine. Itu baru di kubu protagonis, bagaimana dengan pihak yang berseberangan? Jangan kuatir, ada lebih dari 20 Iron Man tiruan yang muncul dengan spesifikasi berbeda-beda. Ada yang dibuat demi lebih menguasai medan daratan, lautan, bahkan angkasa.
Belum dihitung dengan Whiplash Mark I dan Mark II. Sayangnya karena prosentase action yang lumayan berkurang dibanding sebelumnya, berbuah pada sedikitnya penampilan suit-suit yang canggih serta sedap dipandang mata ini. Apalagi Iron Man Mark V yang muncul dalam waktu cuma sekejap saja. Mark V yang bak versi portable dari suit Iron Man ini dikemas dalam bentuk koper metal besar, dan mengingatkan KotGa pada sosok Alienware.
Kekurangan lain lagi muncul setelah minimnya sekuens action, yaitu kurang terbangunnya karakterisasi beberapa karakter. Seperti Natalie Rushman yang diperankan Scarlett Johansson. Yah, tapi memang ada sedikit twist untuk peran tersebut, jadi bisa dilegalkan 'lah itu. Kebetulan Natalie juga awalnya bekerja di divisi legal dari Stark Industries, hehe. Bisa-bisanya KotGa, deh. ;)
Namun soal karakterisasi itu berhasil ditambal oleh chemistry yang kian berhasil dipupuk oleh Downey, Jr dan Gwyneth Paltrow melalui karakternya masing-masing. Hubungan Tony dan Virginia 'Pepper' Potts terlihat makin tak berjarak, dan itu membuat keduanya jadi telihat erat. Belum lagi sentilan lontaran-lontaran sinis dari Nick Fury yang diperankan dengan top oleh Samuel L. Jackson.
Ok, berhenti dulu untuk membicarakan kekurangan. Kita ngomongin yang netral dulu. Terrence Howard digantikan oleh Don Cheadle. Ups, itu netral? Yah, soalnya KotGa menilai Terrence Howard yang lebih boyish kurang pas sebagai Lt. Colonel James 'Rhodey' Rhodes. Namun ironisnya, Cheadle yang lebih dingin malah kurang pas untuk mengenakan suit War Machine. ^^;
2 nama baru muncul di jajaran cast IM2 selain Johansson dan Cheadle, yaitu Mickey Rourke dan Sam Rockwell. Dua-duanya berdiri di kubu antagonis. Masing-masing sebagai musuh dari Iron Man sekaligus Tony Stark. Mickey Rourke berperan sebagai Ivan Vanko yang belakangan mengambil alter ego berjuluk Whiplash.
Walau sama-sama menggunakan RT di dada, Whiplash tidak seperti Iron Man yang menembakkan repulsor melalui kedua tangannya. Karakter ini mengalirkan repulsor yang mengalir liar ke dalam bentuk cambuk di masing-masing tangannya. Penampilannya terkesan bak preman pasar, namun ternyata tersimpan kejeniusan yang sebanding dengan Tony, bahkan mungkin lebih dewasa dalam bersikap.
Sementara Sam Rockwell mengambil peran sebagai Justin Hammer, saingan bisnis Tony dalam industri yang sama melalui perusahaannya, Hammer Industries. Kebalikannya dengan Ivan, Justin berpenampilan perlente, namun ternyata kemampuan otaknya kurang mumpuni, bahkan lumayan kekanakan dalam mengeluarkan sikapnya.
Raungan musik dari AC/DC kembali menemani kita saat menyaksikan sekuens-sekuens yang mengkilap dari sisi grafis. Kadang berubah ke score yang bernuansa lebih megah saat munculnya Ivan, sehingga kadang KotGa menilainya jadi terdengar seperti ikut-ikutan dengan score dari Danny Elfman yang umumnya mengisi Spider-Man, kompatriot Iron Man lainnya dari Marvel Comics.
Secara keseluruhan, IM2 bisa dikatakan cukup bagus, tapi karena tone-nya yang lebih serius dan minimnya sekuens action mungkin bakal sedikit menjemukan. Untungnya Jon Favreau mampu mengemasnya dengan baik, apalagi dengan begitu 'masuknya' Downey, Jr ke perannya. Btw, sedikit spoiler. Suit Mark VI muncul di sini dan ada hidden ending yang worth banget untuk ditunggu setelah credit title. Don't miss it. ;)
Sabtu, 01 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar